15 Kuliner Khas Wonosobo Dieng Terkenal, Enak & Wajib Di Coba

Kuliner khas Wonosobo, nampaknya banyak orang belum tahu. Padahal Wonosobo adalah satu kota tercantik di Jawa Tengah yang patut dikunjungi untuk wisata dan kulineran. Apakah kamu sudah tahu makanan khas apa saja yang berasal dari Wonosobo?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, mari bahas dulu sedikit tentang apa yang menarik dari Wonosobo. Nah, satu hal paling menarik dari kota ini suhunya yang sejuk dan segar. Sebagai pintu masuk kawasan dataran tinggi Dieng, memang Wonosobo punya suhu udara yang dingin. Ada banyak tempat wisata di Wonosobo yang bisa kamu kunjungi.

Tak hanya wisata aneka oleh oleh khas Wonosobo dan kulinernya pun dapat kamu nikmati. Dengan kesejukan ini, maka tinggal di Wonosobo menjadi sangat menarik. Apalagi di sana juga banyak kuliner-kuliner lezat yang patut dicoba. Seperti daftar makanan di bawah ini, apakah kamu pernah memakannya?

“Baca Juga: 15 Kuliner Khas Bali Terkenal, Enak & Wajib Di Coba

1. Kuliner Carica Wonosobo

Mayoritas mereka yang hobi travel food pasti kenal dengan buah yang satu ini. Namanya Carica, Memiliki nama spesies Vasconcellea cundinamarcensis. Buah Karika ini sangat terkenal sebagai buah endemik asli dataran tinggi Dieng. Khususnya kawasan Wonosobo maupun Banjarnegara.

Dataran tinggi Dieng itu kan memang terbagi ke dalam 2 kabupaten tersebut. Nah, kuliner khas Wonosobo pun tumbuh di dua wilayah ini pada ketinggian antara 1800-3000 MDPL. Popularitas buah ini sudah tak diragukan lagi. Produk olahannya bisa kita jumpai di mall-mall di luar wilayah Dieng sekalipun.

Ini memang aneh, mengapa sangat jarang ada yang jual Carica masih segar dalam bentuk buah? Konon ini karena untuk menjangkau pasar lebih mudah dan fleksibel. Sehingga buah Carica segar harus diproses dulu menjadi manisan, sebelum diedarkan.

Makanan berbentuk manisan ini pun membuat Carica jadi awet dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Permintaan akan manisan Carica berasal dari banyak tempat di penjuru Indonesia, khususnya pulau Jawa, loh!

• Nama Makanan: Carica Sumbing Segar Factory Wonosobo
• Harga: Rp3000/cup
• Jam Buka: 08.00-16.00
• Lokasi: Yosasari, Reco, Kertek Wonosobo

2. Mie Ongklok Wonosobo

Orang Batak punya Mie Gomak, kalau orang Wonosobo punyanya Mie Ongklok! Ada yang tahu seperti apa kuliner khas Wonosobo ini wujudnya? Apakah mirip mie ayam? Atau seperti Indomie barangkali?

Stop membayangkan mie-mie lain, sebab Mie Ongklok itu sangat beda dari mie kebanyakan. Salah satu mie ongklok yang terkenal adalah Mie Ongklok Longkrang yang terletak di jalan Pasukan Ronggolawe.

Mie Ongklok ini sama saja dengan Ongklok lainnya, yaitu mie rebus yang diberi kuah loh, yaitu semacam bubur encer tepung kanji. Dikasih sayuran daun kucai dan kobis. Lalu disajikan dengan kudapan tempe kemul, sate sapi, opak singkong atau keripik tahu dan keripik jamur.

Banyak sekali testimoni hingga ribuan orang telah berkomentar di Google Bisnis milik Mie Ongklok Longkrang yang legendaris ini. Kamu ingin mencoba? Yuk langsung datang saja ke lokasi kedainya.

• Nama Makanan: Mie Ongklok Longkrang
• Harga: mulai dari Rp15.000/porsi
• Jam Buka: 09.00-17.00
• Lokasi: Jalan Pasukan Ronggolawe No.14, Longkrang, Wonosobo

3. Purwoceng Khas Wonosobo

Bisa dibilang, ini adalah kuliner khas Wonosobo paling tidak biasa. Pasalnya wujudnya dalam bentuk minuman herbal. Kamu pasti sudah tahu kan soal Purwaceng, Purwoceng alias Tanaman Antanan Gunung ini?

Ya, ini adalah minuman tradisional yang banyak dijual di kawasan Wonosobo, utamanya Dieng. Banyak dijajakan di warung-warung makan. Namun juga ada yang dikemas dalam versi serbuk instant siap seduh sebagai oleh-oleh. Kira-kira kamu tertarik beli tidak nih?

Manfaat dan khasiat Purwoceng untuk kesehatan adalah untuk meningkatkan gairah seksual pria maupun wanita. Selain itu juga dipercaya untuk meningkatkan sistem imun. Dan tentunya, minum Purwaceng yang hangat bisa menghangatkan badan, di tengah dinginnya suhu Wonosobo hingga Dieng.

Nah, apa kalian tertarik beli Wedang Purwoceng ini? Cocok buat pasangan suami-istri maupun orang dewasa yang ingin meningkatkan kesehatan tubuhnya.

• Nama Minuman: Purwoceng
• Harga: mulai dari Rp10.000/gelas atau Rp30.000/pack
• Jam Buka: menyesuaikan lokasi
• Lokasi: semua toko oleh-oleh dan warung makan khas Wonosobo

4. Sate Sapi Wonosobo Dieng

Siapa yang tidak kenal dengan sate sapi? Meskipun di banyak kota di Indonesia terdapat sate daging sapi, namun sensasinya tentu berbeda saat memakannya di wonosobo. Kudapan ini menjadi salah satu kuliner khas Wonosobo, meskipun tidak endemik dari sana.

Seporsi sate sapi yang dimakan bersama dengan mie ongklok tentu akan menjungkirbalikkan nafsu makan kita. Kamu yang tadinya ingin diet, bisa jadi mendadak ingin makan banyak-banyak. Untuk itulah, kalau ke wonosobo, jangan lupa buat mencobanya, ya!

• Nama Makanan: Sate Sapi Pak Tris
• Harga: Rp3000/tusuk
• Jam Buka: 10.00-22.00
• Lokasi: Jalan Ahmad Yani, Sruni, Wonosobo, Jawa Tengah

5. Sega Megono Wonosobo

Nasi Megono alias Sega Megono atau Sego Megono adalah salah satu kuliner khas Wonosobo pula. Meskipun bukan benar-benar endemik muncul di sana. Karena makanan ini pada mulanya muncul di Pekalongan. Sebelum akhirnya menjamur di daerah Jawa Tengah yang dilalui Jalur Pantura.

Kalau kamu berkunjung ke Wonosobo pastilah banyak warung yang menjajakan Sega Megono ini. Semacam nasi campur yang berisi nasi, parutan kelapa, sayuran kecil-kecil dan sayur nangka. Kemudian diulet menjadi satu dengan tambahan bumbu.

Ada tips nih kalau makan Nasi Megono, enaknya sambil menyantap Tempe Kemul pula. Kalau di luar Wonosobo biasanya kudapan ini disajikan bersama Tempe Mendoan Khas Banyumas.

• Nama Makanan: Nasi Megono Mbah Kodam
• Harga: mulai dari Rp10.000/porsi
• Jam Buka: 05.00-09.00
• Lokasi: Jalan Kalilalawang Suruan No.16, Sitiharjo, Garung, Wonosobo

6. Tempe Kemul Wonosobo

Tahukah kamu apa itu tempe kemul? Kudapan ini sangat mirip dengan mendoan khas Banyumas. Hanya saja cara menggorengnya berbeda. Tempenya digoreng dengan tepung berbumbu yang dicampur dengan air yang banyak.

Jadi tepung encer ini membuat tempenya saat digoreng tidak terbungkus sempurna, tapi hanya melapisi tipis-tipis saja. Tempe kemul dalam bahasa Indonesia artinya adalah tempe selimut. Kamu bisa memperolehnya di warung-warung makan di Wonosobo.

Kuliner khas Wonosobo ini biasanya dijual pula di tempat yang menjual mie ongklok.Tapi untuk rekomendasi tempe selimut terenak di Wonosobo, kamu bisa melihat informasinya di bawah ini.

• Nama Makanan: Tempe Kemul Khas Wonosobo
• Harga: mulai dari Rp1000/pcs
• Jam Buka: menyesuaikan warung
• Lokasi: di setiap pedagang mie Ongklok biasanya ada

7. Geblek Wonosobo

Tahukah kamu makanan yang bernama Geblek? Sepintas bentuknya mirip sama cimol, hanya saja bentuknya asimetris tidak bulat geometris. Dan makanan ini terbuat dari tepung singkong pula. Memang mirip sih sama cimol.

Ya, namanya saja kuliner khas Wonosobo yang masih masuk ke dalam wilayah Jawa. Di mana makanan dari Jawa, khususnya Jawa Tengah memang banyak yang mirip-mirip dan terbuat dari bahan singkong.

Tapi kalau urusan rasa, dijamin beda deh! Susah menjelaskan rasanya kalau tidak mencoba sendiri. Yang jelas geblek itu agak kenyal dan cocok dimakan dengan cocolan saos.

Dan terkadang ada varian Geblek yang manis dan ini tidak cocok dimakan dengan apa-apa. Jadi langsung digadoin aja enaknya.

• Nama Makanan: Geblek Mewek
• Harga: mulai dari Rp7000/porsi
• Jam Buka: 11.00-20.00
• Lokasi: Jalan Kyai Muntang, Jaraksari, Wonosobo

8. Petos Tempe Atos Wonosobo

Ada saja inovasi kuliner khas Wonosobo yang satu ini. Dia sangat mirip dengan tempe kemul, tapi juga agak mirip peyek dan keripik tempe. Ya, pokoknya perpaduan semuanya. Kenapa bisa begitu?

Ini karena memang Petos itu singkatan dari Tempe Atos alias Tempe Kemul Alot. Jadi ini adalah semacam wujud garingnya tempe kemul Wonosobo yang kriuk-kriuk. Kalau kita makan tempe kemul kan biasanya langsung sekali habis di lokasi.

Nah, daripada kangen makan lagi, mending makan Petos yang bisa dibawa pulang ini. Jadi kita tidak perlu jauh-jauh bolak-balik ke sana hanya gara-gara rindu tempe kemul.

• Nama Makanan: Petos Wonosobo
• Harga: Rp20.000/pack
• Jam Buka: 08.00-17.30
• Lokasi: IGM Shop, Parikesit, Kejajar

9. Opak Singkong Wonosobo

Pertama kali lihat Opak Singkong, pasti yang ada dalam pikiran kalian adalah “ini kerupuknya sudah matang atau belum sih?”

Yaps, ini terjadi karena kuliner khas Wonosobo ini warnanya putih-putih transparan mirip kerupuk belum digoreng. Padahal memang penampilannya begitu.

Nah, Opak Singkong Wonosobo juga wajib banget nih dibeli buat oleh-oleh. Dulunya sih hanya ada rasa original. Tapi kini mulai bervariasi rasanya, seperti ayam bawang, sambal balado, pedas asin bahkan ada juga yang rasa rempah-rempah bumbu kuning. Wah, enak banget ya?

• Nama Makanan: Opak Singkong Wonosobo
• Harga: mulai dari Rp10.000/pack
• Jam Buka: 08.00-21.00
• Lokasi: Toko Cendawan Mas, Jalan Ahmad Yani No.5A, Wonosobo

10. Kacang Babi Wonosobo (Halal)

Jangan tertipu dengan namanya, Guys! Ini adalah kacang halal kok. Warga lokal biasanya menyebut kacang babi, tapi di kalangan turis lebih dikenal dengan nama Kacang Dieng. Nah, kamu udah pernah cobain belum nih?

Kacang ini bentuknya mirip kacang koro, jadi pipih gitu. Dan rasanya enak banget, apalagi yang varian original. Karena kalau kita berkunjung ke toko kuliner khas Wonosobo, biasanya ada Kacang Babi a.k.a Kacang Dieng ini yang rasanya pedas balado.

• Nama Makanan: Kacang Dieng
• Harga: mulai dari Rp25.000/pack
• Jam Buka: 07.00-22.00
• Lokasi: Toko Candi Dieng, Jalan Sambek No.427, Wonosobo

11. Dendeng Gepuk Wonosobo

Kalau bicara Dendeng, sudah pasti kebayang rumah makan Padang atau rumah makan lainnya karena memang kuliner ini bukan hanya sekadar kuliner khas Wonosobo. Artinya banyak resto daerah Nusantara menyajikan makanan ini.

Dendeng itu memang sejatinya adalah daging yang dipipihkan dan dimasak dengan bumbu. Tapi kalau Dendeng Gepuk Wonosobo juga sangat terkenal loh teman-teman! Kalau kalian jalan-jalan ke sana, di semua rumah makan cenderung menyajikan menu ini.

Keunggulan dari Dendeng Gepuk Wonosobo ada pada bumbunya yang enak banget. Ditambah teknik memasaknya yang membuat Dendeng jadi terasa lunak dan tidak alot. Apalagi menyantapnya di tengah keindahan alam Wonosobo. Wah, bikin tambah kerasa deh rempah-rempahnya!

• Nama Makanan: Dendeng Gepuk Wonosobo
• Harga: Rp50.000/pack

• Jam Buka: 08.00-21.00
• Lokasi: Dendeng Tivi, Jalan Bismo Sumberan No.11, Sumberan Utara, Wonosobo

12. Teh Tambi Wonosobo

Ini nih salah satu minuman khas Wonosobo yang tidak boleh terlupakan, namanya Teh Tambi. Sesuai dengan namanya, dia memang berasal dari perkebunan Teh Tambi di kota Wonosobo. Karena diambil dan dikemas langsung di perkebunannya, tentu rasanya jadi makin enak, guys!

Segar banget deh kalau kita bisa bawa pulang tehnya yang biasanya sudah dikemas dalam bentuk kotak-kotak, seperti yang dijual di toko. Untuk memperoleh kenikmatan yang hakiki, kita sebaiknya meminumnya langsung juga di sana.

Nyruput teh tambi sambil makan kuliner khas Wonosobo seperti Mie Ongklok kayaknya enak banget deh! Mantap betul, di tengah dinginnya suhu udara Wonosobo yang bikin menggigil terus.

• Nama Makanan: Teh Tambi

• Harga: Rp15.000/pack
• Jam Buka: 08.00-21.30
• Lokasi: Toko Oleh-Oleh Amalia, Jalan Raya Kertek, Jambusari, Wonosobo

13. Sagon Wonosobo

Apakah benar Sagon berasal dari Wonosobo? Masa sih kuliner khas Wonosobo salah satunya Sagon? Yups, benar sekali! Ternyata makanan kecil sagon memang ada di sana dan bentuknya berbeda dari sagon pada umumnya.

Ngomong-ngomong, kalian sudah tahu belum sih apa itu sagon? Dia adalah kue sagu yang ketika diemut di mulut, bakalan lumer. Nah, sagon ini makanan khas di Jawa. Biasanya pada musim lebaran pun banyak dijual kue sagu ini.

Bedanya, Sagon khas wonosobo ini bentuknya bulat-bulat pipih dan agak tebal. Warnanya kecoklatan dengan semu gosong-gosong yang membuatnya tampak seperti dibakar. Rasanya tentu saja sangat enak.

Selain itu, bahan bakunya pun ternyata dari tepung ketan yang dicampur ampas. Wah kira-kira kalau diemut bakal lumer di mulut nggak, ya?

• Nama Makanan: Sagon Asli Wonosobo
• Harga: mulai dari Rp30.000/pack
• Jam Buka: 08.00-16.00
• Lokasi: Jalan Bhayangkara No.31 Wonosobo Barat, Sumberan Selatan

14. Ubi Jalar Wonosobo

Tahukah kamu bahwa Wonosobo menjadi salah satu penghasil ubi jalar yang enak di Pulau Jawa. Jika kamu memiliki seorang teman, keluarga atau relasi asal Wonosobo, mereka pasti akan memberimu buah tangan berupa ubi jalar alias “muntul” ini.

Memang ini agak anti mainstream, dalam arti kamu tidak akan mudah mendapatkannya di toko oleh-oleh yang ada di Wonosobo. Tapi kamu mesti blusukan dulu ke pasar-pasar tradisional untuk membelinya.

Ya, ini kan menarik! Jalan-jalan ke pasar tradisional untuk beli ubi jalar. Jika kamu beruntung, kamu bisa memperoleh kudapan olahan dari ubi jalar ini, seperti kolak atau timus. Sungguh sensasi kulineran yang menyenangkan, bukan?

• Nama Makanan: Ubi Jalar Khas Wonosobo
• Harga: mulai dari Rp4000/kg
• Jam Buka: menyesuaikan jam buka dan tutupnya pasar
• Lokasi: Pasar Kumandang Wonosobo, Desa Bojosari, Kecamatan Kertek

15. Kue Grubi Manis Wonosobo

Makanan ringan ini hampir ditemukan di semua daerah di Jawa. Terkenal dengan nama kremesan, namun kebanyakan terbuat dari singkong. Sedangkan si Grubi Manis kuliner khas Wonosobo ini terbuat dari ubi jalar.

Kalau bilang kremesan pasti kalian tahu, kan? Itu loh makanan berbentuk bulat atau pipih yang terbuat dari jalinan bahan seperti mie. Dicampuri dengan gula Jawa sehingga membuatnya manis seperti karamel yang mengering.

Grubi Manis Wonosobo wajib banget nih buat kamu bawa pulang untuk oleh-oleh keluarga di rumah. Nah, cara mendapatkannya juga gampang banget kok karena hampir semua toko oleh-oleh khas Wonosobo pasti menyediakan. Di bawah ini adalah salah satu tokonya

• Nama Makanan: Grubi Manis
• Harga: mulai dari Rp20.000/pack
• Jam Buka: 08.00-22.00
• Lokasi: Toko Tiga Putri, Jalan Raya Kertek KM.1, Wonosobo

“Baca Juga: 15 Kuliner Khas Banyuwangi Terkenal, Enak & Murah Meriah

Itulah rekomendasi kuliner khas Wonosobo dari jogja day. Bagaimana? Bukankah sangat menarik berbagai daftar makanan di atas? Dan tentunya akan sangat sulit memperolehnya jika bukan di Wonosobo. Apakah kamu tertarik mencoba berbagai kuliner khas Wonosobo?

Jika ya, datang saja ke kota ini bersama keluarga atau kekasih tercinta. Jangan lupa mampir dataran tinggi Dieng pula. Soalnya nanggung sekali karena sudah sampai pintu masuknya ini.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Welcome

Share Artikel Ya!