10 Foto Malioboro Wisata Belanja Kota Yogyakarta

Malioboro Yogyakarta ~ Siapa yang tak kenal Malioboro Jogja? Tentunya bagi wisatawan yang pernah berkunjung ke kota Jogja pasti tak melewatkan untuk berbelanja di kawasan Malioboro. Malioboro Jogja merupakan sentra belanja yang memang menarik. Ada bermacam jenis oleh-oleh yang bisa kamu dapatkan di kawasan pedestarian Malioboro.

Selain itu, Malioboro Jogja era kini juga memiliki wajah baru dengan konsep ramah pejalan kaki. Sehingga untuk kamu dan pasanganmu yang ingi jalan-jalan di Malioboro sudah nyaman. Apalagi jika selama susur jalan Malioboro, Anda akan menikmati kenyamanan dengan duduk di bangku-bangku yang berderet. Ditemani lampu kuning saat malam harinya, sudah dipastikan malam hari Anda bersama pasangan semakin syahdu.

Sejarah Malioboro Jogja

Begitu mendengar kata objek wisata belanja Malioboro Jogja, apa sih yang di pikiran Anda? Belanja? Makanan? Atau nama tempat? Terus tahukah kamu “Malioboro” itu sebenarnya nama apa? Kalau kamu berpikir itu adalah nama daerah, maaf kamu keliru.

Malioboro Jogja adalah suatu nama jalan yang keberadaannya sudah lama sekali. Kira kira tempat itu dibangun sekitar tahun 1750-an. Nah, penamaan jalan ini ternyata ada kaitannya dengan nama kota Jogja itu sendiri.

Jadi begini, menurut Dosen Sejarah UI, Prof Peter Brian Ramsey Carrey, nama asli kota Jogja adalah Ngayogyakarta. Nama itu terinspirasi dari sebuah nama kerajaan di kitab Ramayana, yaitu “Ayodya”. Orang Jawa menyebutnya Ngayodya, sehingga terdengar seperti “Ngayogya”.

Di dalam kitab itu juga, ada satu jalan utama yang sangat terkenal. Jalan merupakan jalan utama tempat penyambutan Raja dan tamu tamunya, serta merupakan jalan penting yang memiliki banyak berkah.

Nama yang jalan tersebut adalah “Malyabhara”. Dalam Bahasa Sansekerta, “Malya” berarti bunga dan “bhara” yang diambil dari kata “bharin” yang artinya mengenakan. Jadi jalan yang mengenakan bunga (jalan yang istimewa).

Nah, maka nama itu diambil untuk menamai jalan yang terletak dekat dengan Keraton Yogyakarta itu. Karena pengaruh pengucapan orang Jawa dimana huruf “a” dibaca “o”, maka terdengar jadi Malioboro.

Ketika awal dibangun, jalan tersebut tidak langsung ramai. Adalah Belanda yang mempeloporinya sebagai pusat Kota di Yogyakarta sehingga jadi ramai. Karena ingin menyaingi popularitas Keraton Yogyakarta, Belanda lalu membangun Benteng Vredeburg dan The Dutch Club tahun 1800-an.

Karena semakin ramai, letak Malioboro jadi semakin strategis sehingga Belanda membangun rumah Gubernur Belanda di jalan tersebut. Itulah sekilas tentang sejarah Malioboro Jogja.

Ada beberapa versi cerita berbeda yang muncul di kalangan masyarakat. Ada yang bilang nama jalan ini diambil dari nama seorang kolonial Inggris bernama Duke of Marlboro. Ada juga yang bilang bahwa penamaan tersebut berdasarkan papan iklan merek rokok yang dulu dipajang di tempat itu.

Kebenaran tentang kedua cerita di atas belum bisa dipastikan. Hanya saja, cerita cerita tersebut tidak berdasar dan tidak ada penjelasan ilmiah berupa bukti atau dokumen pendukung.

10 Spot Foto Malioboro Yogyakarta

1. Pedestrian Malioboro Yogyakarta

Malioboro Jogja
IG @malioboro_insta

2. Halte Bus Trans Jogja Malioboro

Malioboro Jogja
IG @malioboro_insta

3. Keroncong Asyik Di Malioboro Jogja

Malioboro Jogja
IG @malioboro_insta

4. Tempat Duduk Pedestrian Malioboro Jogja

Malioboro Jogja
IG @malioboro_insta

5. Wisata Andong Di Malioboro Jogja

Malioboro Jogja
IG @malioboro_insta

6. Kanopi Tempat Duduk Malioboro Jogja

Malioboro Jogja
IG @malioboro_insta

7. Spot Foto Titik Nol Kilometer Malioboro

Malioboro Jogja
IG @malioboro_insta

8. Ramai Pedestrian Malioboro Jogja

Malioboro Jogja
IG @malioboro_insta

9. Maal Malioboro Dan Wisata Belanja

Malioboro Jogja
IG @malioboro_insta

10. Gedung Kantor Pos Malioboro

Malioboro Jogja
IG @malioboro_insta

Hal Lain Yang Bisa Dilakukan Di Malioboro Jogja

Kata siapa ke Malioboro cuma bisa belanja doang? Ada banyak hal hal seru yang bisa kamu dan temen temen kamu lakukan di sepanjang jalan Malioboro yang tak pernah sepi ini.

1. Wisata Kuliner Malioboro Jogja

Tempat ini terkenal sebagai wisata kuliner paling komplit di Kota Gudeg. Di sini, kamu bisa nemuin makanan apa aja, mulai dari makanan tradisional Yogyakarta seperti gudeg atau Yamko, sampai makanan yang unik seperti oseng oseng mercon (oseng oseng petasan) atau Sate Kere (sate miskin). Dan pastinya juga makanan makanan yang susah ditemuin di kota kota lain.

Rata rata, semua wisata kuliner Jogja ini dijual dengan harga merakyat sehingga kamu bisa makan dengan puas. Terlebih bila kamu berada di Pasar Malioboro Yogyakarta yang bernama Pasar Beringharjo. Hmmm… pasti deh perut langsung kenyang setengah mati karena banyak pilihannya.

Tapi, kamu juga perlu hati hati milih tempat makan, ya. Karena ada beberapa tempat makan kaki lima yang harganya super mahal. Mending cari tempat makan yang pengunjungnya agak banyakan. Atau pilih yang ada pilihan menu dan harganya juga.

Kalau enggak mau repot, mbah Google mau ditanya tanya kok soal tempat makan yang yahud dan murah.

2. Hunting Foto Di Malioboro Jogja

Kalau bosen piknik ke wisata pantai karena di fotonya air mulu, Malioboro Jogja menawarkan background unik buat foto, loh. Ya kamu enggak harus foto di tengah jalannya karena kamu bisa diusir kamtib karena mengganggu khalayak ramai.

Kamu cukup pilih spot spot foto di sekitar tempat itu seperti misal di belakang papan nama Malioboro. Itu spot ikonik, loh. Kan kamu jadi bisa pamer ke temen temenmu kalau kamu lagi di Jogja.

Nggak perlu malu lagi foto disitu. Yang perlu kamu lakukan adalah kamu perlu sabar daripada ngerasa malu, karena biasanya yang antri foto disitu banyak banget.

Jadi selama menunggu, kamu bisa mikirin mau foto pose apa. Kalau perlu sekalian dipikir juga nanti mau makan apa, tidur dimana, belanja apa aja dan sebagainya. Mikirin kamu mau nikah sama siapa juga boleh, jadi kamu bisa meng-efektifkan waktu kamu. Time is money, kan?

3. Jalan Jalan Di Malioboro Jogja

Ngaku backpacker tapi kemana mana pake taksi, yaaah kurang menjiwai! Coba dong jalan kaki dan cuma di Malioboro Jogja ini kamu bisa mendatangi banyak tempat wisata indah dengan jalan kaki tanpa perlu capek.

Banyak sekali destinasi piknik di daerah Malioboro dan sekitarnya seperti misal Keraton Yogyakarta, Benteng Vredeburg, Alkid alias Alun Alun Kidul, Titik nol kilometer dan masih banyak lagi.

Nggak cuma pagi, di malam hari tempat ini juga keren. Suasana yang ramai dan hiruk pikuk, berubah jadi cozy banget di tengah alunan musik musisi jalanan.

Udah ngirit duit buat transportasi, waktu dan tenaga pun ikut jadi hemat karena dalam sekali jalan, kamu bisa ke banyak tempat. Jadi bisa tahu tentang sejarah Malioboro Jogja juga kan kalau jalan jalan disitu?!

Dan kalau capek jalan, di tempat ini ada banyak banget moda transportasi yang bisa diandalkan seperti misal becak, delman, sampai ojek online.

4. Menikmati Konser Jalanan Di Malioboro Jogja

Di Kawasan Malioboro seringkali terdapat musisi jalanan yang memainkan music dengan menggunakan angklung, dan alat music lengkap lainnya. Kamu dapat menemuinya dengan mudah karena akan selalu ramai dikerumuni wisatawan lainnya untuk menikmati music jalanan yang ada. Pastinya menambah wisata malam di Malioboro kamu makin seru.

Cara Menuju Malioboro Jogja

Karena terletak di pusat kota, menjangkau destinasi piknik ini tidaklah susah. Berikut ini beberapa cara untuk datang ke tempat ini:

Kendaraan Pribadi

Apabila datang dari arah Magelang langsung saja menuju ke Jalan Magelang.

Dari situ kamu lurus saja terus menyusuri Jalan Magelang. Setelah tiba di pertigaan Pakuningratan, kamu belok kiri. Lalu menuju Jalan Asem Gede sampai menuju ke Tugu Jogja. Dari Tugu Jogja, kamu tinggal lurus saja menuju Jalan Margo Utomo, maka kamu akan bertemu Jalan Malioboro.

Kendaraan Umum

Bila kamu naik bus, kamu bisa memulai perjalanan dari Terminal Jombor. Dari situ kamu bisa naik bus Trans Jogja koridor 2A dan 2B. Maka kamu akan diturunkan langsung di Halte Malioboro.

Hal Hal yang Perlu Diperhatikan Di Malioboro Yogyakarta

Nah kalau kamu tertarik untuk datang ke Malioboro Jogja, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan, di antaranya:

  • Lingkari hari Selasa Wage di kalendermu. Ini adalah hari bersih bersih yang menyebabkan pedagang kaki lima dan beberapa kios di tempat itu tutup selama 24 jam. Jangan nekat datang kecuali kamu cuma mau foto sama aspal jalannya aja.
  • Jangan males buat jalan buat membandingkan harga barang. Malas survey barang incaran akan membuatmu rugi besar, baik itu rugi uang dan perasaan karena merasa menyesal ada barang yang lebih murah. Kalau naksir suatu barang, tawar dengan sopan 30% dari harga asli. Kalau belum boleh, segera cari yang lain.
    Syukur syukur kamu juga bawa temen banyak yang bisa kamu “berdayakan” untuk survey barang di kios lain.
  • Ketika belanja di pusat perbelanjaan Malioboro, sebaiknya tetap awasi barang bawaanmu. Semakin banyak orang, resiko kriminal juga semakin besar. Selalu taruh tas di depan. Enggak masalah dikatain Doraemon, yang penting barang aman.
  • Jika ingin merasakan naik becak atau delman, jangan datang ke Malioboro Jogja waktu musim liburan. Harganya pasti jadi mahal banget. Kalau misal tetep ingin naik, mending tawar menawar harga dulu. Ditakutkan ada beberapa tukang becak atau delman usil yang memberikan harga yang sangat mahal.

Jogjaday.com ~ Demikian ulasan tim Jogja Day mengenai Malioboro Jogja. Kawasan yang tak pernah sepi hingga larut malam. Bagi kamu yang menyukai wisata belanja dan hunting foto, atau sekedar menikmati suasana malam dan berkuliner maka pastikan untuk singgah ke malioboro Jogja yaa!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Wellcome

Share Artikel Ya