Sejarah Candi Borobudur, Asal Usul, Penemuan, Lokasi Dan Harga Tiketnya

Candi Borobudur ~ Candi Borobudur merupakan candi Budha terbesar di dunia yang dibangun pada abad ke-9. Simak ulasan sejarah, asal usul, penemuan, lokasi dan harga tiket masuk wisata Candi Borobudur ini. Candi Borobudur merupakan candi terbesar dan salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Berada di kabupaten Magelang sekitar 1,5 jam dari Kota Jogja.

Candi Budha ini menjadi destinasi yang tek pernah terlewatkan ketika berwisata dan liburan di Kota Jogja. Untuk berkunjung ke Candi Borobudur dapat kamu tempuh menggunakan motor, mobil hingga bus. Dengan waktu kurang lebih satu jam dari pusat kota Jogja kamu dapat berkeliling dan mengexplore keindahan Candi Borobudur.

Candi Borobudur. Mendengar namanya saja, siapa yang belum pernah berkunjung ke kompleks candi Buddha yang satu ini? Semua yang berkunjung ke Yogyakarta belum afdol rasanya jika belum pernah berkunjung ke Candi Borobudur.

Mari kita ulik lebih dalam mengenai Candi Borobudur tentang sejarah, penemuan, lokasi, harga tiket masuk dan lainnya secara lengkap di artikel ini.

Sejarah Candi Borobudur

Candi Borobudur merupakan salah satu candi terbesar yang ada di Indonesia. Bahkan Candi Borobudur pernah ditetapkan sebagai salah 1 dari 7 warisan dunia oleh UNESCO. Menakjubkan bukan?

Sejarah Candi Borobudur
Sejarah Candi Borobudur: foto by Facebook/Candi.Borobudur.Magelang/

Berbicara tentang candi ini tidak aka nada habisnya. Keindahannya dan pesonnanya memang memiliki ciri khas sendiri, tidak akan ada yang bisa menyamai keindahan dan kemegahan Candi Borbodur.

Walaupun sudah banyak tanda candi Hindu yang bermunculan, yang berrati pada kawasan tersebut pernah ada kedudukan hindu di masyarakatnya. Candi Buddha juga menjadi salah satu bukti bahwa Buddha pernah berkuasa di Indonesia.

Asal Usul Candi Borobudur

Asal usul Candi Borobudur berasal dari dinasri Syailendra. Candi Buddha yang terletak di kawasan Magelang, Jawa Tengah. Tentunya tidak jauh dari Yogyakarta, hanya berkisar 40km. Tidak heran karena kemegahan dari Borobudur tersebut, candi ini juga sering disebut dengan “Inspiring Heritage”.

Asal Usul Candi Borobudur
Candi Borobudur: foto by Facebook/Candi.Borobudur.Magelang/

Berdasarkan Prasasti KarangTengah yang ada Borobudur sendiri dibangun pada awal abad ke-7 oleh Raja Samarutangga yang berkuasa pada 782-812 M di masa Dinasti Syailendra. Borobudur sendiri baru selesai dibangun pada abad ke-9 Masehi.

Borobudur juga menjadi salah satu tanda masuk dan bermukimnya umat Buddha di Indonesia. Adanya candi ini menjadi bukti sejarah dan warisan budaya yang sangat penting bagi umat Buddha.

Pendiri Candi Borobudur

Siapa pendiri bangunan ini? Bahkan para Arsitek yang menkonsep dan mendesain Candi Borobudur sampai sekarangpun belum diketahui dengan pasti. Candi ini dibangun sebgai salah satu tempat untuk memuliakan Buddha Mahayana yang dianut oleh masyarakat pada zaman itu.

Pendiri Candi Borobudur
Candi Borobudur: foto by Facebook/Candi.Borobudur.Magelang/

Bukti Hindu pernah berkuasa di sekitaran Yogyakarta juga ditandai dengan adanya Candi Prambanan di Yogyakarta dan Candi Kedu di Jawa Tengah, serta Candi Gedong Songo yang berada disekitar Prambanan. Sedangkan Borobudur menjadi salah satu tanda masuk dan bermukimnya umat Buddha di Indonesia. Adanya candi ini menjadi bukti sejarah dan warisan budaya yang sangat penting bagi umat Buddha.

Candi Borobudur sendiri memiliki stupa sebanyak 504 stupa yang berada didalam kompleks taman wisata Borobudur. Para arsitek pun menyebutkan bahwa Borobudur sendiri merupakan Stupa itu, relief, ratusan arca serta stupa kecil lainnya merupakan hiasan belaka.

Penemuan Candi Borobudur

Candi yang berisikan petunjuk agar manusia menjauhkan diri dari nafsu dunia ini ditemukan pada zaman Inggris. Keberadaan Candi Borobudur dapat terungkap berkat Pasukan Inggris dibawah pimpinan Sir Thomas Stanford Raffles pada 1814, yang kemudian candi ini berhasil dibersihkan secara keseluruhan hingga tahun 1835.

Penemuan Candi Borobudur
Candi Borobudur: foto by Facebook/Candi.Borobudur.Magelang/

Candi Borobudur ini tadinya tidak digunakan, kemudian karena letusan gunung berapi yang terletak di Yogyakarta, Candi ini tertutup oleh Abu Vulkanik. Lalu didengarlah oleh seorang berkebangsaan Inggris Thomas Rafless yang kemudian menurunkan personilnya untuk membantu merapikan dan membersihkan Candi Borobudur hingga layak.

Karena penemuannya tersebut Sir Thomas Stanford Raffles pun mendapatkan penghargaan, dan Candi Borobudur sudah mulai disoroti oleh dunia. Hingga masa pembersihan dari bekas tidak terpakai pada tahun 1835 candi ini terus mengalami pemugaran untuk perawatan salah satu warisan situs purbakala ini.

Proses Pembangunan Candi Borobudur

Borobudur sendiri sebenarnya merupakan kulit pembungkus dari sebuah batu yang menyelungkupi sebuah bukit. Air hujan yang terus merembes melalui celah-celahnya hampir menyebabkan keruntuhannya dan batu ini muncul ke permukaan.

Proses Pembangunan Candi Borobudur
Candi Borobudur: foto by Facebook/Candi.Borobudur.Magelang/

Pembangunan Tahap Pertama

Pembangunan candi Buddha satu ini pun mengalami masa pembangunan selama 50 tahun, selama itu juga bangunan Borobudur masih banyak yang berubah. Pada awalnya candi ini dibangun dan dirancang seperti piramida namun lama kelamaan berubah seiring rekontruksi berjalan.

Pembangunan Tahap Kedua

Pada tahap kedua pembangunan candi ini dilakukanlah pelebaran pondasi. Lalu dilanjutkan dengan penambahan undak persegi dan undak bulat. Tangga-tangga pada candi Borobudur pun di rekontruksi ulang. Dasar candi diperluas hingga kaki asli menjadi tersembunyi.

Pembangunan Tahap Ketiga

Ditahapan ketigapun dilakukan lebih banyak perunbahan. Seperti penggantian undak atas yang berbentuk bulat diganti menjadi tiga undak-undak bulat. Lalu dimulai pembangunan stupa bagian atas puncak bangunan.

Ditahap terakhir kontruksi bangunan pun hanya dilakukan perubahan-perubahan kecil. Diantaranya penambahan beberapa relief serta perubahan pada tangga dan lengkungan yang terdapat ditangga. Untuk bagian pada candi pun tidak mengalami perubahan.

Pemugaran Candi Borobudur

Setelah Indonesia merdeka, pemerintah Indonesia meminta bantuan kepada UNESCO untuk meneliti kerusakan yang ada pada Candi Borobudur. Pada tahun 1961 pun keluar surat resmi untuk melakukan pemugaran terhadap Candi Borobudur. Pemugaran  Candi Borobudur benar-benar selesai pada Bulan Agustus 1973.

Pemugaran Candi Borobudur
Candi Borobudur: foto by Facebook/Candi.Borobudur.Magelang/

Pemugaran pada Candi Borobudur ini ada pada dua tahap, tahap pertama pada tahun 1907-1911. Pada pemugaran pertama difokuskan pada Arupadhatu. Namun keadaan pada tingkatan Arupadhatu ini masih lumyan baik.

Sehingga pada pemugaran kedua berfokus pada perbaikan Kamadhatu dan Rupadhatu. Pada pemugaran kedua ini dilakukanlah pemasangan beton bertulang untuk setiap tingkatan candi. Hingga pemberian saluran dan kedap air di dalam konstruksi candi. Bahkan pembersihan dan pengawetan batu dilakukan untuk menghindari mikroorganisme serta jasad-jasad renik yang menempel.

Rute Menuju Lokasi Candi Borobudur

Bagi Anda yang ingin menuju Borobudur mungkin masih merasa bingung untuk menempuh kesana harus menggunakan apa? Anda tidak perlu khawatir. Dengan membaca rute mungkin Anda memiliki sedikt pencerahan mengenai perjalanan untuk menuju Borobudur.

Rute Menuju Lokasi Candi Borobudur
Candi Borobudur: foto by Facebook/Candi.Borobudur.Magelang/

Kota besar terdekat dari Candi Borobudur adalah Kota Yogyakarta, akan memudahkan jika Anda berangkat dari Kota Yogyakarta. Jika Anda berangkat dari Kota Magelang jarak yang akan Anda tempuh berkisar 14km. Untuk Kota Semarang sendiri jarak yang ditempuh cukup jauh yakni sekitar 90km.

Peta: Klik Disini

Letak Candi Borobudur

Borbobudur masuk dalam komplek wisata Taman Candi Borobudur, yang terletak di kecamatan Mungkid, Magelang, Jawa Tengah. Borobur sendiri bisa ditempuh berkendara selama 1-1.5 jam dari Kota Yogyakarta. Jarak dari Yogyakarta menuju Borobudur sekitar 40Km.

Borobudur sendiri memiliki batasan dengan daerah- daerah tertentu. Candi Borobudur terleak dari 100km di sebelah barat daya Semarang. 86 Km bersebrangan dengan Surakarta. Dan berbatasan 40Km dari Kota Yogyakarta.

Batasan desa di Borobudur sebelah Utara merupakan Desa Bumiharjo dan Sungai Progo yang berbatasan langsung dengan Kec. Mungkid. Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Wanurejo. Sedangkan untuk Sebelah Selatan berbatasan Desa Tuksongo. Untuk Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Karangrejo dan Desa Wringin Putih.

Rute Dari Yogyakarta

Bila Anda menaiki Bus dari Yogyakarta, dari tempat tinggal Anda perlu pergi ke terminal Bus Jombor. Dari Terminal Bus Jombor Anda bisa menaiki bus jurusan Borobudur.

Namun jika Anda dari Bandara Adi Sucipto, Anda bisa menaiki Bus Damri jurusan Bandara-Borobudur langsung tanpa transit. Jika Anda berada di tengah kota Yogyakarta Jika anda berada di dalam kota, anda dapat menaiki bus Trans Jogja jurusan terminal Jombor. Lalu dari terminal Jombor melanjutkan dengan bus Jurusan Borobudur.

Biaya Perjalanan Sesuai Rute ke Candi Borobudur

Bus yang berangkat dari terminal Jombor biasanya merupakan Mini Bus yang memakan jarak tempuh sekitar 1-1,5 jam. Dengan minibus ini kamu cukup merogoh kocek 10.000 hingga 15.000.

Jika Anda sudah sampai di Pelataran Wisata Candi Borobudur, anda bisa melanjutkan perjalanan dengan kendaraan yang sudah ada disekitar candi Borobudur bisa dengan becak, dokar ataupun berjalan kaki.

Jika Anda membawa kendaraan pribadi atau menyewa kendaraan Anda harus melalui Jalan Magelang. Dari Jalan Magelang Anda bisa menuju kearah terminal Jombor. Selanjutnya dari Jombor bergeraklah menuju Kota Magelang.

Opsional lain Anda bisa menyewa mobil dari Yogyakarta dengan kisaran harga 200.000-300.000/hari belum termasuk bahan bakar. Jika Anda memilih pergi dengan kendaraan motor Anda juga bisa menyewa motor dengan harga 50.000-80.000/hari belum termasuk bahan bakar.

Setelah menempuh perjalanan sejauh 40Km, anda akan melihat Tugu Bambu Runcing di Muntilan. Tak lama dari tugu Anda akan mengarh ke Palbapang Mungkid lalu ambil arah kiri. Jarak dari Palbapang sampai Borobudur tidak begitu jauh sekitar 10 km. Candi Mendut sekitar 4,5 km.

Rute dari Arah Semarang

Jika Anda berasal dari Semarang anda bisa naik Bus jurusan Jogja atau Magelang. Anda dapat transit di beberapa terminal seperti di terminal bus Jombor , terminal bus Magelang, atau persimpangan Blondo ataupun persimpangan palbapang (pertigaan antara blabak dan muntilan).

Dari situ Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan bus menuju Borobudur. Lalu sampailah Anda di pelataran Borobudur.

Atau jika Anda ingin menikmati atmosfer Borobudur dan sekitarnya ada beberapa opsi yang bisa Anda pilih. Salah satunya Hotel Manohara Borobudur. Candi ini berlokasi di Jalan Medan Kamulang, menjadikan kawasan ini sangat dekat dengan obyek wisata Borobudur.

Pemandangan yang disajikan oleh Hotel ini sangatlah indah, Anda yang menginap disini pun ditawarkan pemandangan tebing Menoreh yang sangat indah. Tidak cukup sampai disitu Tamu dihadapkan dengan empat barisan pegunungan yang tak kalah indahnya, ada gunung Merapi dan Merbabu di sebelah timur da nada pegunung Sumbing dan Sindoro di sebelah barat, pemandangan yang indah bukan?

Harga Tiket Candi Borobudur

Bagaimana dengan harga tiket yang ditawarkan Cand Borobudur? Anda tidak perlu khawatir, TWC atau Taman WIsata Candi Borobudur menawarkan harga yang terjangkau dikantong kok. Sebanding dengan pengalaman dan pemandangan yang dilihat dan didapat deh.

Harga Tiket Candi Borobudur
Candi Borobudur: foto by Facebook/Adi Sunarto Narto

Tiket Personal

Untuk wisatawan nusantara per orang sekali masuk TWC (Taman WIsata Candi ) Borobudur

  • Usia >10: Rp 40.000, sedangkan untuk anak Usia 3-10 tahun: Rp 20.000.

Ada juga paket Paket TWC (Taman WIsataa Candi) Borobudur, Mendut, dan pawon

  • Usia >10 tahun: Rp 60.000 sedangkan untuk usia 3-10 tahun: Rp 30.000. Semua pembayaran sudah termasuk premi asuransi yang dibayarkansebesar Rp 500 /orang.

Tiket Rombongan

Untuk paket wisata Anda bisa mendapatkannya dengan lebih murah. Tarif khusus wisatawan nusantara bagi rombongan pelajar serta mahasiswa per grup setiap kali masuk diberikan harga khusus (dengan syarat ada surat pengantar dari sekolah ataupun universitas)

Tarif untuk diatas 20 orang

  • TWC (Taman Wisata Candi) Borobudur: Rp 20.000
  • Paket Taman Wisata Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon: Rp 30.000. Semua pembayaran sudah termasuk premi asuransi yang dibayarkansebesar Rp 500 /orang.

Tiket Terusan

Taman Wisata Candi Borobudur juga menyediakan tiket terusan ke kawasan candi lain. Paket Terusan (Untuk wisata Borobudur – Ratu Boko)

  • Usia >10 tahun: Rp 60.000 dan untuk usia 3-10 tahun: Rp 35.000

Borobudur – Prambanan

  • Usia >10 tahun: Rp 75.000 untuk usia 3-10 tahun: Rp 35.000

Borobudur –  Pertunjukan Ramayana (Ramayana kelas II)

  • Usia >10 tahun keatas: Rp 150.000 untuk usia 3-10 tahun: Rp 135.000

Fasilitas Candi Borobudur

Jika Anda beruntung berkunjung ke Candi Borobudur pada saat perayaan waisak Anda bisa melihat festival yang sangat indah di pelataran Borobudur. Setelah perayaan Tri Suci Waisak pada siang harinya bisanya di Pelataran Candi Borobudur dan Candi Mendut pada malam harinya akan ada upacara pelepasan lampion yang diterbangkan disekitar Borobudur.

1. Tempat untuk Melihat Acara Waisak

Bahkan pada saat perayaan waisak banyak pemuka agama atau umat Buddhist yang datang dari penjuru Negara hanya untuk melakukan upacara di Candi Borobudur. Wisata Religi Waisak inipun banyak dinantikan oleh masyarakat.

Disediakan Tempat untuk Melihat Acara Waisak
Candi Borobudur: foto by Facebook/Novann Learn

Masyarakat sangat menunggu pada saat lampion-lampion indah berterbangan mengitari pelataran Borobudur. Rangkaian dari waisak ini cukup banyak. Biasanya satu hari sebelum perayaan, masyarakat dan umat budhist melakukan pembersihan tempat untu sembahyang terlebih dahulu.

Acara prosesi waisak ini diawali dengan upacara untuk mendapatkan sebuah air suci dari sekumpulan mata air murni di Umbul Jumprit daerah Temanggung, Jawa Tengah. Pada hari yang sama juga, ritual ini akan diikuti dengan menyalakan obor Waisak yang nyala apinya diambil dari api abadi di Mrapen, di desa Grobogan, Purwodadi, Jawa Tengah

2. Tempat Untuk Melihat Upacara Dan Lampion

Api dan air suci ini yang kemudian nanitinya akan disimpan di kawasan Candi Mendut untuk diarak dan digunakan saat upacara pertama di Borobudur pada perayaan hari Waisak yang sebenarnya.

Upacara Waisak akan dimulai dengan ritual doa di Kawasan Candi Mendut. Lalu kerumunan peziarah dan umat Buddhist lainnya akan berjalan bersama ke kuil Borobudur yang membawa api abadi, simbol air suci dan simbol Budha yang telah dijaga ketat di kawasan Candi Mendut.  Api tersebut nantinya akan ditempatkan di altar utama yang telah didirikan di sisi barat Candi Borobudur.

Ritual penerbangan Lampion bisanya mencapai hingga 2000 lampion. Bahkan ditahun 2017 sebelumnya lampion yang diterbangkan mencapai 5000. Tetapi mendapat protes dari banyak pihak karena lampion yang terlalu banyak dikhawatirkan akan membakar rumah dan membuat sampah.

Disediakan Tempat untuk Melihat Upacara dan Lampion
Candi Borobudur: foto by Facebook/AlamIndonesianegeriku

Khusus untuk perayaan waisak ini, para umat Buddhist khusus mendatangkan lampion dari Thailand. Lampion yang digunakan pun khusus dari bahan yang tidak gampang sobek dan tidak gampang terbakar.

Jadi tepat banget nih buat kamu yang ingin berkunjung ke Candi Borobudur di saat Waisak, kamu akan mendapatkan momen 1 tahun sekali, yang belum tentu didapatkan di tepat lain.

Walaupun menjadi tempat wisata bukan berarti candi Borobudur sudah tidak dijadikan temapt ibadah. Justru acara tahunan Waisak terbesar di Indonesia diadakan di Borobudur, semua Buddhist berbonong-bondong mengikuti upacara tahunan itu.

3. Pelayanan Terbuka Bagi Wisatawan Sebelum Prosesi Waisak

Sebelum umat Buddhist memulai Hari Raya Waisak, ada beberapa ritual yang wajib dilakukan sebelum upacara Waisak di Borobudur. Berikut merupakan berbagai macam rangkaian acara yang diikuti oleh umat Buddhist:

Air dari sumber mata air Jumprit, Kabupaten Temanggung
Candi Borobudur: foto by Facebook/tawangmanguterrace

1. Mengambil air dari sumber mata air Jumprit, Kabupaten Temanggung. Air ini kemudian disimpan di dalam komplek Taman Wisata Candi Mendut yang tidak jauh dari Candi Borobudur.

2. Ritual selanjutnya yakni menyalakan obor Waisak. Api yang digunakan untuk menyalakan obor ini pun khusus diambil dari api abadi di Mrapen, Desa Grobogan, Purwodadi, Jawa Tengah. Api Suci ini sama seperti Air Suci yang disimpan di Komplek Candi Mendut terlebih dahulu.

3. Ritual yang tidak kalah penting dalam Waisak adala Pindapatta. Ritual ini merupakan penerimaan makanaan dari Buddhist untuk para biarawan Budhhist. Biarawan muda ini akan menerima makanan dengan menunduk secara sukarela. Ritual ini merupakan filosofi dari ikhlas untuk menerima dan memberi.

4. Setelah Biksu dan jemaat akan memulai upacara dengan berdoa di Candi Mendut dan kemudian diikuti dengan berjalan kaki dari candi Mendut menuju plataran Borobudur. Air dan Api tersebut nantinya akan diletakkkan di sisi barat Borobudur.

5. Selanjutnya merupakan salah satu kegiatan yang sacral yakni para biksu maupun jemaat akan mulai untuk bermeditasi dan spiritual. Ini dilakukan menjelang Waisak yang dimulai dengan dipukulnya gong sebanyak 3 kali.

6. Lalu dimulailah Ritual Pradaksina yaitu mengelilingi borbudru sebanyak 3 kali searah jarum jam. DIlanjutkan dengan rangkaian waisak terakhir yakni pelepasan lampion pada malam hari oleh Biksu

4. Fasilitas Akses Bagian Interior Candi

Candi ini mempunyai empat titik pintu masuk dan titik pusat berbentuk lingkaran. Jika diamati lebih dekat Candi Borobudur memiliki 3 zona yakni: zona 1 (Kamadhatu), zona 2 (Rupadhatu), dan Zona 3 (Arupadhatu).

  • Kamadhatu

Kamadhatu bisa disebut juga dengan kaki candi. Pada Kamadhatu terdapat kurang lebih 160 relief yang menejlaskan tentang Karmawibhangga Sutra atau hukum sebab akibat.

Pada Zona 1 ini Kamadhatu juga menggambarkan alam dunia yang terlihat dan alam dunia yang sedang dialami manusia sekarang. Jika dilihat pada relief candi tersebut menggambarkan kegiatan manusia.

Kamadhatu
Candi Borobudur: foto by Facebook/Thien Do

Kamadhatu merupakan penggambaran bahwa kehidupan yang dijalani manusia penuh dengan lika-liku, hawa nafsu serta doa. Oleh karena itu relief candi pada bagian kaki ini menggambarkan bekerja, berlayar dan menari.

Sayangnya, kamadhatu sudah banyak ditutup karena mengalami kerusakan. Ini bertujuan untuk menghindari rusaknya candi yang lebih parah. Penutup yang berupa  tudung dibagian bawah telah dibuka secara permanent, agar pengunjung bisa melihat relief yang tersembunyi secara keseleruhan.

Bagi Anda yang ingin melihat 160 relief Candi Borobudur bisa dilihat di Museum Candi Borobudur, atau tepatnya berada di Borobudur Archaelogical Park. Pada kawasan candi ini terdapat dua museum yakni, Borobudur Archaelogical Park dan Samudraraksa Museum. Kedua museum ini terletak bebrapa ratus meter dari utara candi.

  • Rupadhatu

Zona 2 merupakan Rupadhatu, atau bagian tengah candi. Pada bagian tengah candi ini hanya terdiri dari lorong dan ruangan kecil saja. Relie Rupadhatu memiliki filosofi alam peraliha, dimana manusia telah dibebaskan dari urusan dunia. Pada bagian ini Rupadhatu memiliki tingkataan dimana didalamnya terlihat stupa.

Stupa tersebut terlihat sedang bertapa, konon mitosnya bagi yang bisa memegang kepala bagian stupa tersebut keberuntungan akan jadi miliknya, tapi ternyata susah lho guys utk memegang kepala stupa tersebut.

Rupadhatu merupakan penggambaran tingkatan dunia yang lebih tinggi, dimana hal-hal yang berkenaan dengan dunia dan hawa nafsu mulai berkurang sedikit demi sedikit. Kehidupan manusia mulai mendekatkan diri pada Sang Pencipta,yang digambarkan dengan Stupa yang sedang bertapa.

Jika ditelusuri dari manuskrip Sanskerta, terdapat 1300 relief pada bagian Rupadhatu ini. 1300 relief ini terdiri dari Awadana, Jataka, Lalitawistara serta Gandhawyuha. Seluruh relief ini membentang sejauh 2,5km dengan panel sebanyak 1212.

  • Arupadhatu

Arupadhatu merupakan bagian paling atas dari Candi ini. Arupadhatu merupakan penggambaran alam tertinggi yakni rumah Tuhan. Tingkatan ini juga merupakan penggambaran manusia sudah bebas dari keinginanan dan ikatan dalam bentuk dan rupa, sudah tidak ada lika-liku serta hawa nafsu. Namun tingkatan ini belum mencapai Nirwana.

Arupadhatu dianggap bagian paling suci dari Candi ini. Pada bagian Arupadhatu ini sudah tidak ada lagi relief, yang meruapakan penggambaran tidak ada lagi keinginanan dan hawa nafsu dari manusi, makanya tidak ada penggambaran berupa relief. Manusia seutuhnya menyatu dengan penciptanya.

Arupdhatu terlihat seperti serambi yang berbentuk lingkaran yang berlubang, lonceng terbalik serta berisi patung Buddha yang mengarah ke luar candi. Secara keseluruhan terdapat 72 stupa. Stupa yang asli memiliki tinggi hingga 42 m diatas tanah dan diameter sekitar 9m.

  • Koridor dan Lorong Candi

Selama proses restorasi di awal 20, ditemukan dua buah candi yang lebih kecil di sekitar Borobudur, yakni Candi Mendut dan Candi Pawon yang berlokasi segaris dengan Candi Borobudur.

Candi Mendut berlokasi sekitar berada 3 km dari Borobudur, sementara Candi Pawon berada 1.5 km dari Candi Borobudur. Masih menjadi sebuah misteri hubungan antara ketuga candi tersebut, tapi yang pasti ketiga candi ini memiliki hubungan.

Tembok lorong pada Candi Borobudur dihiasi empat rangkaian relief, yang dua berada di tembok pagar dan yang dua berada pada dinding utama. Kisah pada relief di tembok pembatas ini diambil dari cerita teks Jantaka.

Jantaka merupakan kisah kelahiran Sakyamuni, Sang Buddhist. Dalam berbagai macam penjelmaan sebelum sang Buddhist menjadi anak manusia.

  • Unfinished Buddha

Berbica misteri, memang banyak misteri yang tersimpan di kompleks Candi Borobudur ini. Salah satunya adalah wujud Unfinished Buddha ini. Masih disatu komplek pelataran candi Borobudur, tepatnya di Karmawibhangga Museum terdapat patung yang dikenal dengan Unfinished Buddha.

Patung ini disebut Unfinishd Buddha memang karena pembuatan patung yang belum selesai, sehingga ada beberapa bagian patung yang belum lengkap. Karena sebagian dari tangan tersebut terlihat sengaja tidak diukir atau belum selesai.

Jika dilihat lebih dekat banyak sekali kekurangan dari patung ini. Jari yang tidak lengkap serta masih berbentuk persegi. Tidak cukup sampai disitu lengan kanan dan lengan kiri patung ini pun tidak proporsional. Pahataan rambut ikal dari patung ini juga belum terlihat sempurna.

Banyak pendapat mengenai misteri patung ini. Menurut seorang Arkeolog asal Belanda Stutterheim. Stutterheim mengatakan bahwa terdapat 500 lebih patung di candi Borobudur dan bagian yang paling penting merupakan Bhatara Buddha. Arkeolog ini mengatakan bahwa unfinished Buddha merupakan Bhatara Buddha yang sejatinya.

Karena patung ini ditemukan ketika restorasi dan pemugaran candi Borobudur. Patung ini ditemukan pada mahkota utama Borobudur. Namun mengapa patung ini ditinggalkan begitu saja masih menjadi misteri yang lumayan sulit dipecahkan hingga kini.

Beberapa lagi berpendapat bahwa patung ini sengaja diletakkan oleh Theodor van Erp dalam stupa utama candi Borobudur. Van Erp sendiri merupakan pengawas restorasi pertama yang dilakukan oleh candi ini.

Van Erp pun menemukan stupa ini dalam kedaan tidak lengkap dan tertimbun lumpur. Lalup pengawa proyek itu memasukan the unfinished Buddha kedalam stupa utama Borobudur. Tetapi patung unfinished ini tidak pernah disebutkan dalam dokumen pemugaran Borobudur pada catatan Gubernur Raffles.

Arkeolog asal Indonesia berpendapat bahwa patung ini segaja ditinggalkan karena bentuknya yang tidak sempurna alias cacat. Sehingga daripada para pemahat candi Borobudur ini mengahancurkan patung para pemahat ini lebih memilih meletakkan nya dalam stupa.

Pendapat lainnya, meragukan bahwa unfinished Buddha diletakkan di dalam stupa utama Borobudur adalah sebuah kekeliruan. Karena stupa utama Borobudur memang dirancang untuk kosong atau tidak diisi. Ini melambangkan bentu sempurna Buddha dalam konsep SUnyata yakni “ketiadaan”.

Hingga saat patung ini diletakkan di salah satu kompleks museum Borobudur, misteri ini juga belum pernah terpecahkan.

5. Fasilitas Penginapan di Sekitar Candi Borobudur

Jika Anda lebih memilih untuk tinggal di Resort, Amarta Borobudur Resort bisa menjadi pilihan yang sangat tepat untuk Anda sekeluarga, Terinspirasi dengan pemandangan dan konsep yang alami.

Resort ini menawarkan arsitektur aseli jawa seperti rumah Joglo serta pemandangan hamparan sawah dan gunung, jadi seperti di desa deh pokoknya. Pastinya lengkap dengan suasana khas Borobudur.

Penginapan yang selanjutnya merupakan hotel Senthong Asri, hotel ini terlihat sederhana namun juga menawarkan suasa khas rumah jawa yang kental serta cukup dekat dengan Borobudur, membuat hotel ini banyak diminati pengunjung.

6. Fasilitas Pengunjung di Candi Borobudur

Pengunjung Candi Borobudur, selain diberikan beberapa fasilitas seprti tempat penginapan, pengunjung juga dimanjakan dengan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan selama berkunjung di candi ini. fasilitas-fasilitas tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Kereta Mini

Untuk melihat dan menikmati daerah di seluruh candi, Anda perlu berkeliling dulu, dengan mengelilingi candi Anda akan dapat melihat keindahan candi dari segala arah. Untuk berkeliling Anda dapat menggunakan kereta mini yang sudah disediakan di taman wisata candi.

  • Visitor Center dan Audio Visual

Jika Anda baru berkunjung ke Candi Borobudur, untuk mencari tau tentang informasi yang berhubungan dengan candi dan fasilitas-fasilitas yang disediakan untuk pengunjung, Anda dapat menggunakan audio visual untuk menemukan informasi-informasi yang Anda butuhkan.

  • Sepeda

Jika Anda lebih suka mengelilingi daerah candi secara santai dan bebas, Anda dapat memakai sepeda untuk berkeliling bersama teman-teman atau sendiri. Sepeda ini sudah disediakan disekitar taman wisata candi.

  • Tempat Beribadah Bagi Umat Muslim

Bagi umat muslim yang berkunjung ke Candi Borobudur bisa melaksanakan ibadah di Mesjid Ar-Rohman. Mesjid ini terletak sekitar 100 meter dari Candi Borobudur.

Keunikan Candi Borobudur

Mengenai asal-muasal nama Borobudur sudah banyak terdengar. Banyak dari teori sejarah, arkeologi serta budaya yang berusaha untuk menjelaskan asal-muasal nama candi yang satu ini.

Keunikan Candi Borobudur
Candi Borobudur: foto by Facebook/Candi.Borobudur.Magelang/

Keunikan Nama Candi Borobudur

Ada yang mengatakan asal nama Borobudur ini berasal dari Sambharabhudhara yang berarti gunung (bhudhara) yang diatasnya terdapat lereng-lereng teras. Beberapa sumber juga menyebutkan asal muasal nama Borobudur berasal dari pelafal para Buddha yang bergeser menjadi Borobudur.

Penjelasan lain menyebutkna bahwa nama Borobudur berasal dari dua kata yakni bara dan beduhur. Bara berasal dari kata vihara, menurut bahasa Sanskerta Bara merupakan kompleks-kompleks candi. Beduhur berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti tinggi.

Keunikan Arsitektur Candi Borobudur

Candi Borobudur ini dibangun dengan gaya Arsitektur Mandala, gaya ini merupakan cerminan alam semesta dalam kepercayaan Buddha. Struktur dari bangunan komplek candi Borobudur ini menyerupai kotak.

Jika diperhatikan secara seksama pada dinding- dinding candi ini terdapat relief. Relief tersebut berbentuk berbagai macam ukiran yang sarat akan makna. Anda harus membaca banyak refrensi sejarah untuk mengetahui makna yang terkandung dalam relief.

Relief pada candi Borbudur merupakan tempat bercerita atau saksi sejarah dari Borobudur itu sendiri. Penempatan relief pada candi Borobudr sendiri pun mengikuti urutan yang sengaja dimulai dengan pelajaran untuk umat manusia yang paling jelas di kaki candi, terdiri atas hukuman karen ulah manusia.

Keunikan Ukuran Bangunan Candi Borobudur

Karena Borobudur masuk dalam satu situs warisan dunia memiliki luas banguna sekitar 15.129 m2, tersusun dari 55.000 m3 batu. Batu-batu yang ada pada Borobudur pun diperkirakan mencapai 2 juta potongan batu. Panjang potongan batu itu pun mencapai hampir 500km dengan beratnya yang mencapai 1.5 ton.

Rata-rata ukuran batu yang digunakan pada Candi Borobudur sekitar 25 cm x 10 cm x 15 cm. Kisaran tinggi candi dari permukaan tanah hingga stupa bagian atas berkisar hingga 35m. Struktur bangunan pada Borobudur sendiri memang di rancang tidak menggunakan perekat.

Struktur rancang bangun pada Candi Borobudur menggunakan system Interlock. Seperti pada lego yang tidak membutuhkan semen atau apapun sebagai perekat. Jadi menggunakan sisitem kuncian.

Keunikan Filosofi Desain Candi Borobudur

Bagian tengah candi yang menggambarkan pembebasan manusia pada sang Pencipta. Hingga yang paling abstrak di tingkat paling atas yaitu kebebasa dan “kenikmatan” menjadi Bodhist atau pada tingkat nirwana.

Pada relief ini juga menggambrkan Buddhist dengan sikap meditasi dan enam posisi tangan yang berbeda bentuknya di sepanjang candi. Ukiran pada relief di Borobudur lahir dari pelukisan teks-teks Buddha.

Teks Buddha yang diambil merupakan salah satu teks Karmavibgangga. Sering disebut juga dengan teks yang berisikan hukum sebab akibat. Manusia atau umat yang berbuat jahat pasti ada balasannya berupa dosa. Umat yang berbuat baik pasti balasan berupa pahala.

Keunikan Cerita Dalam Reliefnya Candi Borobudur

Candi Borobudur sendiri memiliki sepuluh tingkatan dimana enam tingkatan diantaranya berbentuk mirip sepertibujur sangkar, tiga tingkatan lainnya berbentuk bundar melingkar dan terdapat sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Di setiap tingkatnya terdiri dari beberapa stupa. Pada Candi Borobudur seluruhnya terdapat 72 stupa selain stupa utama.

Di setiap stupanya pun terdapat patung Buddha. Sepuluh tingkatan pada Candi Borobudur tersebut menggambarkan 10 tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai tingkatan Nirwana.

Penggambaran Kesempurnaan Buddha yang Unik

Kesempurnaan dari Buddha digambarkan dengan stupa utama ditingkat paling atas. Struktur candi ini bila dilihat dari atas tampak seperti mandala yakni menggambarkan kosmologi Buddha Mahyana dan cara berpikir umat manusia.

Di keempat sisi candi Borobudur terdapat pintu gerbang dan tangga ke tingkat di atasnya seperti layakanya piramida. Hal ini menggambarkan filosofi Budhist bahwa semua kehidupan bermula dari bebatuan.

Bebatuan tersebut kemudian menjadi pasir, lalu berubah lagi menajadi tumbuhan, lalu menjadi serangga, kemudian menjadi binatang liar, lalu binatang peliharaan, dan terakhir berubah menjadi manusia.

Penggambaran Reinkarnasi dalam Relief Candi Borobudur

Dalam Buddha Proses ini disebut sebagai reinkarnasi. Proses terakhir adalah menjadi sebuah jiwa yang pada akhirnya masuk ke dalam tingkatan nirwana. Setiap tahapan dan proses kehidupan ini berdasarkan filosofi Buddha Mahayan yang dituangkan pada gambar relief dan patung di hampir seluruh Candi Borobudur.

Sedangkan untuk relief dimulai pembuatannya setelah proses batu-batuan tersebut selesai ditumpuk dan disambung. Relief terdapat pada dinding candi. Candi Borobudur sendiri memiliki 2670 relief. Relief tersebut pun berbeda-beda, relief ini dapat dibaca dengan cara searah putaran jarum jam.

Relief ini menggambarkan suatu cerita dari Borobudur yang cara membacanya dimulai dan diakhiri pada pintu gerbang di sebelah timur plataran Borobudur. Hal ini menunjukkan bahwa pintu gerbang utama Candi Borobudur terletak menghadap sebelah timur seperti umumnya candi Buddha yang lainnya.

Wisata di Sekitar Candi Borobudur

Bagi Anda yang berekreasi ke Borobudur mungkin membutuhkan refrensi lain. Mungkin tempat rekreasi dan kuliner ini sangat cocok bagi Anda yang ingin meghabiskan waktu disekitar indahnya Plataran Borobudur.

1. Punthuk Setumbu

Bukit ini terkenala setealh film AADC membooming pada tahun 2016. Punthuk Setumbu bisa anda jadikan pilihan untuk tempat untuk menyaksikan salah indahnya sunrise di daerah Borobudur.

Punthuk Setumbu
Punthuk Setumbu: foto by Facebook/punthuk.setumbu.39

Sunrise dengan latar belakang gunung Merapi Merbabu serta kemegahan Borobudur dijamin akan membuat anda tidak berkedip menyaksikan indahnya kuasa sang Pencipta.

Punthuk Setumbu sendiri sebenarnya merupakan bukit dengan ketinggian 400mdpl. Anda bisa memulai trekking Anda dipukul 4 pagi, meskipun trekkingnya sedikit melelahkan itu semua akan terbayar dengan indahnya barisan pegunungan dan siluet megahnya Borobudur.

2. Plataran Borobudur

Bagi Anda yang membawa keluarga dan ingin menyaksikan kemegahan Borobudur sambil bersantai mennyicipi kuliner Plataran Borobudur merupakan tempat yang sangat tepat. Bahkan Anda bisa menyaksikan sunrise dan Borobudur dari Plataran. Kombinasi yang sangat indah bukan? Anda juga bisa menikmati Afternoon Tea atau dinner Anda ditemani langit senja di Borobudur.

Plataran Borobudur
Candi Borobudur: foto by Facebook/Candi.Borobudur.Magelang/

Nuansa desa, dengan pemandagan sawah dan barisan pegunungan serta udara yang sejuk ditambah pemandangan megahnya Borobudur sangat tepat untuk Anda menikmati suasana Borobudur. DIsini membuat Anda seprti dikampung halaman yang udaranya masih cukup sejuk.

3. Museum Kapal Samudraraksa

Museum Kapal Samudraraksa merupakan museum yang menggambarkan jalur perdagangan bahari antara Indonesia purba, Madagaskar dan Afrika timur. di museum ini terdapat koleksi rekonstruksi kapal borobudur, yang mana ukuran kapal ini ditampilkan dalam ukuran yang sebenarnya.Pada tahun 2003-2004 kapal borobudur ini pernah menempuh Samudera Hindia dari Jakarta menuju Ghana.

Museum Kapal Samudraraksa
Museum Kapal Samudraraksa: foto by Facebook/OmahGarudaHomestay

Jika Anda berkunjung ke Candi Borobudur, silahkan mampir ke Museum Kapal Samudra ini, karena jarak antara Candi Borobudur dengan Museum ini hanya beberapa ratus meter, dan masih termasuk dalam lingkungan kompleks taman arkeologi Borobudur.

4. Puncak Suroloyo

Puncak Suroloyo adalah salah satu tempat wisata yang sangat menarik di Yogyakarta, puncak ini merupakan puncak tertinggi di Menoreh. Dari puncak Suroloyo Anda bisa melihat dan menikmati keindahan Candi Borobudur.

Puncak Suroloyo
Puncak Suroloyor: foto by Facebook/destinasiwisataalam

Puncak Suroloyo juga memiliki legenda tentang Raden Mas Rangsang, beliau adalah seorang putra mahkota kerajaan mataram islam yang pernah menerima wangsit ketika beliau mengalami pingsan disaat menempuh perjalanan di pegunungan Menoreh ini.

5. Museum Karmawibangga

Museum Karmawibangga terletak berdekatan dengan Museum Kapal Samudraraksa, letak museum ini masih termasuk dalam lingkungan kompleks taman arkeologi Borobudur. Jika Anda berkunjung ke Candi Borobudur, sempatkanlah datang ke museum ini, karena masuk ke museum ini Anda tidak perlu mengeluarkan biaya.

Selain biaya masuk gratis Anda juga bisa melihat gambaran tentang struktur arsitektur Borobudur dan relief Karmawibangga. Bangunan museumnya dibangun dengan gaya arsitektur tradisional Jawa.

6. Candi Pawon

Candi Pawon terletak sekitar 2 KM dari Candi Borobudur, candi ini terletak antara Candi Borobudur dengan Candi Mendut. Bentuk candi ini sangat unik, bangunan Candinya tersusun dari batu andesit, yaitu batu yang berasal dari gunung api.

Candi Pawon
Candi Pawon: foto by Facebook/Bramantyo Suwondo M, M.IR.

Jika Anda berkunjung ke Candi Borobudur, sangat rugi kalau tidak menyempatkan diri untuk mampir ke candi ini, selain jaraknya yang masih berdekatan dengan Candi Borobudur, struktur bangunanya sangat unik.

Di bangunan Candi ini juga terdapat hiasan-hiasan stupa dan relief yang menggambarkan pohon hayati, pohon hayati ini digambarkan berada di pertengahan beberapa pundi dan kinari.

Jogjaday.com ~ Demikian ulasan lengkap tim jogja day mengenai Candi Borobudur. Candi yang indah dan megah ini merupakan satu dari 7 keajaiban dunia, Candi Budha ini selalu ramai wisatwan domestik hingga mancanegara. Bagi kamu yang sedang berwisata di kota jogja maka sempatkan diri untuk mengunjungi candi borobudur ini.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Welcome

Share Artikel Ya!